Nama :
Ni Putu Cindy Meilani
NIM :
1605551022
Dosen :
I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.
Mata Kuliah :
Network Centric Principles
Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas
Teknik, Universitas Udayana.
Setelah selesai membahas mengenai pendahuluan
Network Centric Principles di artikel sebelumnya, maka di artikel ini akan
membahas mengenai beberapa hal yang penting diketahui dan erat kaitannya pada penerapan
NCP dan juga Information Enterprise ya guys!
1|
Routing dan Switching
Routing dapat dikatakan sebagai proses
pengiriman data atau informasi dimana
paket data yang dikirim akan diteruskan dari satu jaringan ke jaringan lainnya.
Fungsi routing ini tentunya memerlukan sebuah alat yang disebut Router. Dengan
adanya proses routing, maka memungkinkan suatu komputer bisa menyampaikan pesan
dan mengirim data secara tepat ke komputer lain yang terkendala jarak. Lalu
bagaimana dengan switching? Nah switching dimaksudkan untuk menghubungkan beberapa
perangkat yang terdapat di jaringan komputer, misalnya komputer, router, modem,
dan perangkat lainnya. Alat yang dapat digunakan untuk proses switching ini
biasa disebut Switch. Dengan kata lain, pesan atau data yang diterima oleh
switch akan diteruskan ke beberapa perangkat yang telah disebutkan sebelumnya.
2|
Service Provider
Service provider bisa kita sebut juga sebagai
penyedia jasa internet, yakni perusahaan yang menyelenggarakan jasa sambungan internet.
Tentunya kita ketahui bersama bahwa untuk mendapatkan akses internet, sebuah
komputer harus menggunakan jasa perusahaan penyedia layanan internet. Dengan
adanya jasa tersebut, kita bisa mendapatkan jalur internet setelah
menghubungkan komputer kita dengan komputer servernya. Adapun
peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk memberikan layanan koneksi tersebut
biasanya berupa server, router, dll.
3|
Data Center
Penempatan sistem komputer beserta
komponen-komponennya biasanya diletakkan pada Data Center. Data center dapat
dikatakan sebagai fasilitas fisik yang digunakan suatu perusahaan untuk
menyimpan informasi mereka. Data center sendiri mencakup beberapa elemen teknis
didalamnya seperti router, switch, sistem penyimpanan, server, dan banyak lagi.
Selain itu fasilitas data center biasanya terdiri dari suplai daya, koneksi
komunikasi data, pengontrol lingkungan, serta piranti keamanan.
4|
Security
Berbicara mengenai NCP, tentu akan berkaitan
dengan security atau keamanan. Keamanan data merupakan upaya untuk mengamankan aset
informasi terhadap ancaman yang mungkin timbul. Sehingga keamanan informasi
secara tidak langsung dapat meminimalkan risiko yang terjadi. Semakin banyak
informasi yang disimpan, dikelola dan dibagikan maka semakin besar pula risiko
terjadinya kerusakan, kehilangan atau tereksposnya data ke pihak eksternal yang
diinginkan.
5|
Linux
Linux
dianggap sebagai sistem operasi open source nomer 1 didunia. Sistem operasi
yang memiliki ikon penguin ini tak jarang menjadi alternative bagi orang yang
ingin mendalami jaringan komputer. Masih berhubungan dengan aspek keamanan yang
erat kaitannya dengan NCP, tahukah kalian bahwa Linux juga dianggap lebih aman dibanding
sistem operasi lain?
Linux bisa menjadi server yang handal untuk
sistem kalian, linux juga memberikan keamanan yang sangat baik untuk para
pengguna. Komunitas Linux memberikan perbaikan-perbaikan keamanan untuk setiap
ancaman keamanan yang ditemukan. Selain itu, pengguna Linux juga menawarkan
update kernel regular dan patch keamanan secara rutin.
Nah berdasarkan apa yang telah dijelaskan
diatas, kita dapat mengetahui konsep NCP dapat berjalan baik dengan adanya
dukungan beberapa komponen tersebut.
Teknologi
yang ada saat ini terutama pada internet dan jaringan komputer memiliki peran
yang penting dalam mempercepat penyebaran dan penyimpanan data yang kemudian
diolah menjadi informasi. Tak heran lagi di zaman sekarang informasi semakin
mudah diperoleh! Bahkan ada yg mengatakan bahwa sekali saja suatu informasi
tersebar di internet, maka informasi tersebut tidak akan pernah benar-benar
hilang! Yap! Generasi milenial sering menyebutnya dengan jejak digital.
Kendati
kenyataan tersebut terdengar lumayan menyeramkan, informasi yang berlimpah akan
menjadi komoditas baru bagi instansi bisnis untuk mencari keuntungan bahkan
sudah ada istilah Information Enterprise (IE) dimana merupakan informasi skala
enterprise yang memiliki nilai jual. Adapun bisnis yang mengarah ke
digitalisasi serta berorientasi informasi yang bisa disebut Information
Business (IB) pasti akan memerlukan IE.
IB
sendiri memiliki 3 jenis yang diklasifikasikan berdasarkan kompetensi yang
dimilikinya.
Information
Content, dimana lebih mengarah pada pengumpulan informasi dan
mengaplikasikannya dalam sebuah bentuk digital atau aplikasi sehingga
dibutuhkan kompetensi dibidang programming.
Information
Appliance, yakni mengurus sumber informasi strategis dan melakukan kampanye
kesadaran publik sehingga brand dari bisnis dapat dikenali.
Information
Transport, yakni keharusan sebuah informasi disalurkan ke penggunanya, sehingga
kompetensi di bidang network management dan infrastruktur sebagai tulang
punggung sistem digital harus ada. Nantinya IB ini akan mengatur bagaimana cara
informasi dapat disimpan dan disampaikan.
Selain
itu, IE pun memiliki 3 element pembangun diantaranya adalah sebagai berikut.
Information
Processing, yakni pengolahan informasi seperti Create, Update, dan Delete.
Office
Technology, yakni pengetahuan mengenai OS, serta aplikasi yang membantu
pengolahan informasi.
Telecommunication,
yakni infrastruktur jaringan dan akses internet untuk membantu distribusi
informasi.
IE yang merupakan komoditas
harus mengikuti prinsip interoperabilitas, yang artinya IE mampu memberikan layanan
kepada yang lain dan menerima layanan dari sistem lain untuk beroperasi dengan
maksimal dan efektif secara bersama pada platform manapun.